Tampilkan postingan dengan label india. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label india. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Maret 2014
Aishwarya Rai Dituduh Mengkhianati India Kerana Gagal Turunkan Badan Selepas Melahirkan
Posted by Rafly Rindengan on May 17, 2012
Aishwarya Rai dianggap mengkhianati India kerana gagal menurunkan berat badan selepasmelahirkan (India Today Group/Getty Images)
Dia adalah mantan Miss World, seorang artis Bollywood sukses dan menikah dengan anak dari salah satu bintang yang paling dicintai di India.
Aishwarya Rai Bachchan terkenal di peringkat internasional di Hollywood melalui filem Bride and Prejudice, dan bahkan Julia Roberts menyebutnya sebagai perempuan paling cantik di dunia.
Inilah yang membuat Aishwarya Rai menjadi salah satu wanita paling dikagumi dan dihormati di India, dan bahkan di dunia. Tapi ketenaran tersebut tampaknya adalah sesuatu yang harus dibayar oleh bintang berusia 38 tahun ini.
Sejak kelahiran puterinya pada November tahun lalu, Aishwarya Rai secara telah terbuka mengatakan bahawa dia tidak terburu-buru untuk kehilangan beberapa kilo berat badannya yang diperoleh selama masa kehamilannya.
Model dan artis yang memenangkan gelar Miss World pada tahun 1994, mempertahankan pilihannya, dan mengatakan bahawa dia hanya ingin menikmati peranannya sebagai seorang ibu.
Tapi bintang yang menikahi Abhishek Bachchan, anak dari aktor yang paling dicintai di India, Amitabh Bachnan, pada tahun 2007, berujung pada komentar miring menjelang penampilan ke-10 nya di festival film Cannes minggu depan, dimana spekulasi meningkat tentang bagaimana ia akan terlihat nanti.
Para komentator mencerca bintang terkenal itu kerana membiarkan penggemarnya kecewa kerana menolak untuk menurunkan berat badannya.
Banyak yang menyarankan sang bintang untuk mendapatkan kembali bentuk tubuhnya sebelum hamil, sebagai sebuah ‘tugas’ baginya untuk para penggemar.
Salah satu website memposting video dari Aishwarya Rai, dengan membandingkan fotonya yang langsing diantara antara gambar-gambarnya sesudah melahirkan.
Klip yang berjudul ‘Aishwarya Rai’s shocking weight gain’ dan diiringi efek suara gajah, telah dilihat lebih dari 500,000 kali.
Beberapa komentar yang ditinggalkan dalam video membuktikan bahawa banyak yang menonton klip ini memiliki sedikit simpati untuk Aishwarya, dan menganggap ia telah mengkhianati India.
“Dia adalah seorang artis Bollywood dan itu adalah tugas dia untuk terlihat baik dan bugar,” bunyi salah satu komentar. Sementara yang lain menambahkan: “Dia perlu belajar dari orang seperti Victoria Beckham yang kembali ke ukuran semula satu minggu setelah mereka melahirkan.”
manado today
Label:
aishwarya,
badan,
dituduh,
gagal,
india,
kerana,
melahirkan,
mengkhianati,
rai,
selepas,
turunkan
Jumat, 20 Desember 2013
Ritual Unik Mandi Air Ludah di India
19 April 2013 catatan idahsalam

sumber

Berumur ratusan tahun di India mengajarkan masyarakat Hindu kasta rendah untuk berguling di sisa makanan yang dibuang oleh kasta lebih tinggi. Hal itu dipercayai mereka dilakukan untuk menghilangkan penyakit. Yang unik, meski ritual ini telah ditentang oleh ramai pihak, masyarakat pelaku ritual ini tetap tak mau berhenti melakukan ritualnya.
Ritual ini sendiri disebut Made Snana atau Mandi Ludah, yakni ritual yang umum dilakukan di propinsi Karnataka ketika perayaan rutin yang dilakukan di kuil Berumur 4000 tahun Kukke Subramanya. Ritual ini juga dilakukan di kuil Sri Krishna di kota Udupi.
Sebagai bagian dari ritual kuno, para Dalit, sebutan untuk anggota kasta paling rendah, berguling melintasi sisa makanan yang dimakan para brahmana, sebutan untuk orang dengan kasta lebih tinggi. Dengan bergulingnya mereka di sisa makanan tersebut, diyakini, semua kesusahan dan penyakit akan hilang dan disembuhkan.Festival rutin ini diikuti hingga 25.000 orang yang berguling di ‘sisa makanan’ para Brahmana.
Sementara, di sisi lain, ada sebagian Dalit yang tergabung dalam Organisasi Kesejahteraan Dalit, yang menganggap ritual ini tidak manusiawi dan tak dapat diterima. Jika memang dapat menyembuhkan penyakit secara efektif, harusnya pemerintah pusat menutup rumah sakit dan lembaga kesehatan formal lainnya.
Sedangkan pihak yang memprotes lainnya menganggap tradisi ini tak berbeda jauh kejahatannya dengan tradisi sati dimana para janda dibakar saat pemakaman suaminya. Bahkan menteri social dan kesejahteaan, A. Narayanaswamy, yang juga seorang Dalit, mengatakan bahwa tak ada toleransi bagi ritual ini. Ia tak peduli kasta mana yang berguling atau kasta mana yang membuang makanan, ritual ini tetap menjadi sebuah hal yang sangat tidak ilmiah dan menjijikan.
Penjelasan akan ritual aneh ini pun dijelaskan oleh salah satu pengikutnya, seorang astrolog, Kabyadi Jayarama Acharva. Menurutnya, Snana tak ada hubungannya dengan pembagian kasta. “para Brahmana yang makan dianggap sebagai representasi dewa Subramanya, dan sisa mereka dianggap berkah dewa. Saya sendiri berguling snana saat umur 16 tahun dan penyakit kulit saya sembuh.
Beberapa pihak meyakini bahwa ada efek psikologis yang timbul saat melakukan ritual ini sehingga menyebabkan keyakinan pada diri mereka dan membantu menyembuhkan penyakit atau bahkan menyelesaikan problema yang mereka dapatkan.
Sementara debat mengenai ritual ini terus berjalan, ternyata satu-satunya cara untuk mengehentikan ritual ini adalah dengan merubah keyakinan para pengikutnya yang tentunya membutuhkan waktu lama untuk meyakininya.
Ritual ini sendiri disebut Made Snana atau Mandi Ludah, yakni ritual yang umum dilakukan di propinsi Karnataka ketika perayaan rutin yang dilakukan di kuil Berumur 4000 tahun Kukke Subramanya. Ritual ini juga dilakukan di kuil Sri Krishna di kota Udupi.
Sebagai bagian dari ritual kuno, para Dalit, sebutan untuk anggota kasta paling rendah, berguling melintasi sisa makanan yang dimakan para brahmana, sebutan untuk orang dengan kasta lebih tinggi. Dengan bergulingnya mereka di sisa makanan tersebut, diyakini, semua kesusahan dan penyakit akan hilang dan disembuhkan.Festival rutin ini diikuti hingga 25.000 orang yang berguling di ‘sisa makanan’ para Brahmana.
Sementara, di sisi lain, ada sebagian Dalit yang tergabung dalam Organisasi Kesejahteraan Dalit, yang menganggap ritual ini tidak manusiawi dan tak dapat diterima. Jika memang dapat menyembuhkan penyakit secara efektif, harusnya pemerintah pusat menutup rumah sakit dan lembaga kesehatan formal lainnya.
Sedangkan pihak yang memprotes lainnya menganggap tradisi ini tak berbeda jauh kejahatannya dengan tradisi sati dimana para janda dibakar saat pemakaman suaminya. Bahkan menteri social dan kesejahteaan, A. Narayanaswamy, yang juga seorang Dalit, mengatakan bahwa tak ada toleransi bagi ritual ini. Ia tak peduli kasta mana yang berguling atau kasta mana yang membuang makanan, ritual ini tetap menjadi sebuah hal yang sangat tidak ilmiah dan menjijikan.
Penjelasan akan ritual aneh ini pun dijelaskan oleh salah satu pengikutnya, seorang astrolog, Kabyadi Jayarama Acharva. Menurutnya, Snana tak ada hubungannya dengan pembagian kasta. “para Brahmana yang makan dianggap sebagai representasi dewa Subramanya, dan sisa mereka dianggap berkah dewa. Saya sendiri berguling snana saat umur 16 tahun dan penyakit kulit saya sembuh.
Beberapa pihak meyakini bahwa ada efek psikologis yang timbul saat melakukan ritual ini sehingga menyebabkan keyakinan pada diri mereka dan membantu menyembuhkan penyakit atau bahkan menyelesaikan problema yang mereka dapatkan.
Sementara debat mengenai ritual ini terus berjalan, ternyata satu-satunya cara untuk mengehentikan ritual ini adalah dengan merubah keyakinan para pengikutnya yang tentunya membutuhkan waktu lama untuk meyakininya.
Langganan:
Postingan (Atom)